Tampilkan postingan dengan label ISLAMI. Tampilkan semua postingan
Keutamaan Bulan Ramadhan
By : Unknown
Assalamualaikum Wr.Wb
Sebentar lagi kita akan menginjak bulan Ramadhan. Sudah saatnya kita mempersiapkan ilmu untuk menyongsong bulan tersebut. Insya Allah, kesempatan kali ini dan selanjutnya, muslim.or.id mulai menampilkan artikel-artikel seputar puasa Ramadhan. Semoga dengan persiapan ilmu ini, ibadah Ramadhan kita semakin lebih baik dari sebelumnya.
Sebentar lagi kita akan menginjak bulan Ramadhan. Sudah saatnya kita mempersiapkan ilmu untuk menyongsong bulan tersebut. Insya Allah, kesempatan kali ini dan selanjutnya, muslim.or.id mulai menampilkan artikel-artikel seputar puasa Ramadhan. Semoga dengan persiapan ilmu ini, ibadah Ramadhan kita semakin lebih baik dari sebelumnya.
Ramadhan adalah Bulan Diturunkannya Al Qur’an
Bulan ramadhan adalah bulan yang mulia. Bulan ini dipilih sebagai bulan untuk berpuasa dan pada bulan ini pula Al Qur’an diturunkan. Sebagaimana Allah Ta’ala berfirman,
شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنْزِلَ فِيهِ الْقُرْآَنُ هُدًى لِلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِنَ الْهُدَى وَالْفُرْقَانِ فَمَنْ شَهِدَ مِنْكُمُ الشَّهْرَ فَلْيَصُمْهُ
“(Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil). Karena itu, barangsiapa di antara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu.” (QS. Al Baqarah: 185)
Ibnu Katsir rahimahullah tatkala menafsirkan ayat yang mulia ini mengatakan, ”(Dalam ayat ini) Allah Ta’ala memuji bulan puasa –yaitu bulan Ramadhan- dari bulan-bulan lainnya. Allah memuji demikian karena bulan ini telah Allah pilih sebagai bulan diturunkannya Al Qur’an dari bulan-bulan lainnya. Sebagaimana pula pada bulan Ramadhan ini Allah telah menurunkan kitab ilahiyah lainnya pada para Nabi ’alaihimus salam.”
Setan-setan Dibelenggu, Pintu-pintu Neraka Ditutup dan Pintu-pintu Surga Dibuka Ketika Ramadhan Tiba
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
إِذَا جَاءَ رَمَضَانُ فُتِّحَتْ أَبْوَابُ الْجَنَّةِ وَغُلِّقَتْ أَبْوَابُ النَّارِ وَصُفِّدَتِ الشَّيَاطِينُ
”Apabila Ramadhan tiba, pintu surga dibuka, pintu neraka ditutup, dan setan pun dibelenggu.”
Al Qodhi ‘Iyadh mengatakan, “Hadits di atas dapat bermakna, terbukanya pintu surga dan tertutupnya pintu Jahannam dan terbelenggunya setan-setan sebagai tanda masuknya bulan Ramadhan dan mulianya bulan tersebut.” Lanjut Al Qodhi ‘Iyadh, “Juga dapat bermakna terbukanya pintu surga karena Allah memudahkan berbagai ketaatan pada hamba-Nya di bulan Ramadhan seperti puasa dan shalat malam. Hal ini berbeda dengan bulan-bulan lainnya. Di bulan Ramadhan, orang akan lebih sibuk melakukan kebaikan daripada melakukan hal maksiat. Inilah sebab mereka dapat memasuki surga dan pintunya. Sedangkan tertutupnya pintu neraka dan terbelenggunya setan, inilah yang mengakibatkan seseorang mudah menjauhi maksiat ketika itu.”
Bulan Ramadhan adalah Salah Satu Waktu Dikabulkannya Do’a
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
إِنَّ لِلّهِ فِى كُلِّ يَوْمٍ عِتْقَاءَ مِنَ النَّارِ فِى شَهْرِ رَمَضَانَ ,وَإِنَّ لِكُلِّ مُسْلِمٍ دَعْوَةً يَدْعُوْ بِهَا فَيَسْتَجِيْبُ لَهُ
”Sesungguhnya Allah membebaskan beberapa orang dari api neraka pada setiap hari di bulan Ramadhan,dan setiap muslim apabila dia memanjatkan do’a maka pasti dikabulkan.”
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
ثَلاَثَةٌ لاَ تُرَدُّ دَعْوَتُهُمُ الصَّائِمُ حَتَّى يُفْطِرَ وَالإِمَامُ الْعَادِلُ وَدَعْوَةُ الْمَظْلُومِ
“Tiga orang yang do’anya tidak tertolak: orang yang berpuasa sampai ia berbuka, pemimpin yang adil, dan do’a orang yang dizholimi”.[7] An Nawawirahimahullah menjelaskan, “Hadits ini menunjukkan bahwa disunnahkan bagi orang yang berpuasa untuk berdo’a dari awal ia berpuasa hingga akhirnya karena ia dinamakan orang yang berpuasa ketika itu.”[8] An Nawawi rahimahullah mengatakan pula, “Disunnahkan bagi orang yang berpuasa ketika ia dalam keadaan berpuasa untuk berdo’a demi keperluan akhirat dan dunianya, juga pada perkara yang ia sukai serta jangan lupa pula untuk mendoakan kaum muslimin lainnya.”
Terdapat Malam yang Penuh Kemuliaan dan Keberkahan
Terdapat Malam yang Penuh Kemuliaan dan Keberkahan
Pada bulan ramadhan terdapat suatu malam yang lebih baik dari seribu bulan yaitu lailatul qadar (malam kemuliaan). Pada malam inilah –yaitu 10 hari terakhir di bulan Ramadhan- saat diturunkannya Al Qur’anul Karim.
Allah Ta’ala berfirman,
إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ (1) وَمَا أَدْرَاكَ مَا لَيْلَةُ الْقَدْرِ (2) لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ (3
”Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al Quran) pada lailatul qadar (malam kemuliaan). Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan.” (QS. Al Qadr: 1-3).
Dan Allah Ta’ala juga berfirman,
إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةٍ مُبَارَكَةٍ إِنَّا كُنَّا مُنْذِرِينَ
”Sesungguhnya Kami menurunkannya pada suatu malam yang diberkahi dan sesungguhnya Kami-lah yang memberi peringatan.” (QS. Ad Dukhan: 3). Yang dimaksud malam yang diberkahi di sini adalah malam lailatul qadr. Inilah pendapat yang dikuatkan oleh Ibnu Jarir Ath Thobari rahimahullah. Inilah yang menjadi pendapat mayoritas ulama di antaranya Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma.
wallahualam bishawab.
sumber : http://muslim.or.id/
Tag :
ISLAMI,
Standar Perbuatan
By : UnknownSebagian besar manusia menjalani kehidupannya tanpa berlandaskan pegangan
(petunjuk). Mereka melakukan berbagai perbuatan dengan tidak berdasarkan pada
tolok ukur tertentu sehingga mereka dapat memberikan penilaian terhadapnya. Oleh
karena itu sering kita jumpai mereka melakukan perbuatan-perbuatan buruk yang
mereka sangka sebagai perbuatan terpuji, atau sebaliknya mereka meninggalkan
perbuatan-perbuatan baik, karena menyangkanya sebagai perbuatan tercela.
Sebagai misal, Seorang wanita muslimah yang keluar rumah dan berkeliaran di
kota-kota metropolitan negeri-negeri Islam, seperti Beirut, Damaskus, Kairo atau
Baghdad, dengan enaknya ia berjalan sambil menampakkan 'keindahan' dan
kecantikannya. Wanita ini menyangka bahwa tindakannya itu sebagai sesuatu yang
baik, sesuai dengan zaman. Demikian pula seorang tokoh Islam yang alim, wara' dan
rajin sekali mendatangi masjid-masjid, tetapi dia menolak membicarakan hal-hal yang
menyangkut tingkah laku penguasa yang rusak (tidak Islami) dengan alasan bahwa hal
itu termasuk urusan politik. Sedangkan terlibat dalam urusan politik, menurutnya,
adalah termasuk dalam perbuatan yang buruk.
Sesungguhnya wanita tadi juga 'tokoh kita' ini, dua-duanya telah terjerumus
dalam perbuatan dosa. Mengapa? Karena wanita itu telah mempertontonkan auratnya,
dan 'tokoh kita' ini tidak mau menperhatikan urusan kaum muslimin. Keadaan ini
terjadi, karena kedua-duanya tidak memiliki tolok ukur bagi amal perbuatan mereka.
Padahal jika mereka memilikinya tentu tidak akan dijumpai perbuatan yang
bertentangan dengan mabda (ideologi Islam) yang secara nyata telah mereka ikrarkan.
Oleh karena itu adanya tolok ukur yang berfungsi menilai setiap perbuatan, adalah
suatu keharusan bagi setiap manusia, sehingga ia akan mengetahui hakekat suatu
perbuatan sebelum mengerjakannya.
Dan Islam telah menetapkan bagi manusia suatu tolok ukur untuk menilai
segala sesuatu, sehingga dapat diketahui mana perbuatan yang terpuji yang harus
segera dilakukan dan mana perbuatan tercela yang harus segera ditinggalkan. Tolok
ukur itu tidak lain adalah syara'. Sehingga apabila syara' menilai perbuatan itu terpuji,
maka itulah yang terpuji, dan apabila syara' menilainya tercela maka itulah yang tercela.
Tolok ukur ini bersifat abadi, karenanya perbuatan yang terpuji seperti jujur, menepati
janji, berbakti pada orang tua tidak akan berubah menjadi perbuatan tercela, dan
sebaliknya sesuatu yang tercela tidak akan berubah menjadi sesuatu yang terpuji.
Bahkan apa yang dinyatakan terpuji oleh syara' akan terpuji selamanya, begitu pula apa
yang dicela oleh syara', selamanya akan tetap tercela.
Dengan demikian manusia akan dapat berjalan (di muka bumi ini) di atas jalan
yang lurus. Setiap perbuatan yang dilakukannya, senantiasa berdasarkan petunjuk
sehingga ia mengetahui hakekat segala sesuatu (perbuatan). Berbeda halnya bila syara'
tidak menetapkan ukuran baik dan buruk untuk tiap-tiap perkara, kemudian akal
dijadikan sebagai tolok ukur maka akan terjadi kekacauan dan ketidakpastian. Sebab
suatu perkara bisa saja dianggap terpuji pada suatu keadaan, tapi tercela pada keadaan
yang lain. Akal manusia kadangkala memuji suatu perbuatan di masa sekarang, tapi
esok hari dicelanya. Atau suatu perbuatan dipandang terpuji di satu negeri tetapi di
negeri lain dicela. Maka hukum atas segala sesuatu menjadi tidak jelas dan berubahubah
seperti tiupan angin, sehingga pujian dan celaan adalah sesuatu yang nisbi, bukan
lagi hakiki. Pada saat seperti ini seseorang dapat terjerumus dalam perbuatan tercela,
tetapi menyangkanya sebagai perbuatan yang terpuji. Atau ia akan menjauhkan diri
dari perbuatan terpuji karena menyangkanya sebagai perbuatan yang tercela.
Oleh karena itu, wajib bagi setiap orang menjadikan hukum-hukum syara'
sebagai tolok ukur atas semua perbuatannya dengan memuji atau mencela sesuatu
hanya berdasarkan syara' semata.
wallahualam bishawab
semoga bermanfaat :)
Sumber : Fikrul Islam
Tag :
ISLAMI,
Islam Suatu Metode Kehidupan Yang Unik
By : UnknownIslam adalah suatu pola hidup yang khas, yang sangat berbeda dengan pola
hidup lainnya. Islam mewajibkan pemeluknya untuk hidup dalam satu warna
kehidupan tertentu dan konstan, yang tidak berganti dan berubah karena situasi
maupun kondisi. Islampun mengharuskan mereka untuk selalu mengikatkan diri
dengan pola kehidupan tersebut dengan membentuk suatu kepribadian, yang
menjadikan jiwa dan pikirannya tidak akan merasakan ketenangan dan kebahagiaan,
kecuali berada dalam pola kehidupan itu.
Islam datang dengan serangkaian pemahaman tentang kehidupan yang
membentuk pandangan hidup tertentu. Islam hadir dalam bentuk garis-garis hukum
yang global (khuthuuth 'ariidlah), yakni makna-makna tekstual yang umum, yang
mampu memecahkan seluruh problematika kehidupan manusia. Dengan demikian
akan dapat digali (diistinbath) berbagai cara pemecahan setiap masalah yang muncul
dalam kehidupan manusia. Islam menjadikan cara-cara pemecahan problema kehidupan
tersebut bersandar pada suatu landasan fikriyah (dasar pemikiran) yang dapat
memancarkan seluruh pemikiran tentang kehidupan. Kaidah itupun telah ditetapkan
pula sebagai suatu standar pemikiran, yang dibangun di atasnya setiap pemikiran
cabang (setiap pikiran baru yang muncul). Sebagaimana halnya Islam telah menjadikan
hukum-hukum tentang pemecahan problema kehidupan, pemikiran dan ideologi, serta
pandangan-pandangan tentang berbagai pendapat baru sebagai sesuatu yang terpancar
dari Aqidah Islam, yang digali dari garis-garis hukum yang bersifat global itu.
Islam memberikan batasan-batasan kepada manusia dengan pemikiran tertentu,
tetapi tidak membatasi aktivitas berpikir manusia, bahkan memberikan kebebasan
kepada akal manusia. Islampun mengikat perilaku manusia dengan pemikiranpemikiran
dan hukum-hukum tertentu, namun tidak menjeratnya. Bahkan, Islam telah
memberinya keleluasaan.
Oleh karena itu, pandangan seorang muslim terhadap kehidupan dunia ini
adalah suatu pandangan yang penuh dengan cita-cita, serius, realistis, dan
proporsional; artinya dunia harus diraih, tetapi bukan menjadi tujuan dan tidak boleh
dijadikan tujuan. Seorang muslim akan bekerja di penjuru dunia ini, memakan rizqi
yang berasal dari Allah, menikmati perhiasan-perhiasan dan rizqi yang baik (halal),
yang telah dianugerahkan Allah kepada hambaNya, dengan kesadaran penuh bahwa
dunia ini hanyalah tempat sementara, dan akhiratlah negeri yang kekal dan abadi.
Hukum-hukum Islam telah memberikan cara bagaimana manusia
menyelesaikan masalah perdagangan dengan metodenya yang khas, sebagaimana
menerangkan tata cara shalat. Islam mengatur masalah pernikahan dengan caranya
yang unik, sebagaimana mengatur masalah zakat. Islampun menjelaskan cara-cara
pemilikan harta-benda berikut cara membelanjakannya dengan tata cara yang khas,
sebagaimana menjelaskan masalah-masalah haji. Islam juga memberikan perincian
tentang transaksi dan mu'amalat dengan cara yang khas, sebagaimana merinci masalah
do'a dan ibadah. Islam menjelaskan pula masalah huduud (seperti had pencurian, zina,
peminum khamr, dan lain-lain, pen.) dan jinayat (hukum pidana), serta sanksi-sanksi
hukum lainnya, sebagaimana menjelaskan tentang siksa Jahannam dan kenikmatan
Jannah. Di samping itu, Islampun telah menunjukkan suatu bentuk pemerintahan dan
metode penerapannya, sebagaimana telah memberikan suatu dorongan internal
(berdasarkan rasa taqwa) untuk menerapkan hukum-hukum Islam dengan tujuan
mencari keridlaan Allah SWT. Begitu juga, Islam memberikan petunjuk bagaimana
mengatur hubungan negara dengan negara, ummat dan bangsa lainnya, sebagaimana
memberi petunjuk untuk mengemban da'wah ke seluruh penjuru dunia. Syari'at Islam
telah mengharuskan kaum muslimin, memiliki sifat-sifat yang mulia, dan hal itu harus
dianggap sebagai hukum-hukum Allah SWT, bukan karena sifat itu terpuji menurut
pandangan manusia.
Demikianlah, Islam mengatur hubungan manusia dengan dirinya sendiri,
hubungan dengan manusia lainnya, sebagaimana mengatur hubungannya dengan Allah
SWT dalam suatu keserasian pemikiran berikut cara memecahkan masalahnya. Maka
jadilah manusia sebagai mukallaf (yang dibebani hukum), yang senantiasa menjalani
kehidupan ini dengan suatu dorongan (motivasi), metode, arah, dan tujuan tertentu.
Islam mewajibkan seluruh manusia untuk menempuh satu-satunya jalan ini dan
meninggalkan jalan-jalan yang lain. Islam memberikan ancaman siksa yang amat pedih
di akhirat kelak, sebagaimana memperingatkan datangnya sanksi-sanksi yang berat di
dunia ini. Manusia, pasti akan merasakan salah satu jenis siksa itu, jika ia menyimpang
dari jalan Islam, walaupun hanya seujung rambut.
Oleh karena itu, seorang muslim akan menjalani kehidupan ini dengan suatu
pemahaman yang khas tentang kehidupan tertentu. Ia hidup dengan suatu corak dan
pola kehidupan yang tertentu pula, sebagai konsekuensi dari pemelukannya terhadap
Aqidah Islam, dan kewajibannya untuk mentaati perintah Allah SWT dan menjauhi
laranganNya, serta kewajibannya untuk tetap berpegang teguh kepada hukum-hukum
Islam. Jadi memiliki suatu pemahaman tertentu tentang kehidupan dan menjalani
suatu pola kehidupan tertentu, adalah wajib bagi setiap muslim dan seluruh kaum
muslimin, tanpa ada keraguan sedikitpun.
Sesungguhnya Islam telah menjelaskan semua itu dengan gamblang dalam Kitab
Al-Qur'an dan Sunnah Rasulullah, yang tercakup dalam masalah aqidah dan hukumhukum
syari'atnya.
Dengan demikian menjadi jelas bahwa Islam bukan hanya sekedar agama ritual
belaka, bukan pula sekedar ide-ide teologi atau kepasturan. Akan tetapi Islam adalah
suatu metode kehidupan tertentu, di mana setiap muslim dan seluruh kaum muslimin
wajib menjalani kehidupannya sesuai dengan metode ini.
Referensi : Fikrul Islam.
Tag :
ISLAMI,
Sebuah Renungan
By : Unknown
sudah tak dipungkiri setiap manusia pasti pernah melakukan sebuah kekhilafan dan kesalahan dalam dirinya, termasuk saya pribadi, tak urung hati ini untuk memastikan bahwa masa lalu yang gelap, yang dipenuhi dengan kebutaan terhadap kehidupan yang sesungguhnya, kehidupan yang begitu fana, seakan hidup akan terus - terusan mendatar, tak ada perubahan berarti apapun, kepahitan hidup membuatku berfikir bahwa inilah saat ketika kualitas seseorang yang berbicara tentang hal ini harus dirubah, sadar bahwa semakin berkurang umur seseorang semakin bertambah pula hitam putih warna yang menghiasi dan pahit manis rasa yang saling bercampur, perbedaan itulah membuat seoarang manusia lebih memahami arti kehidupan yang sebenarnya, arti sang pecipta untuk kita dan arti kita untuk sang pencipta, tuhan kita Allah SWT :).
jujur, rasa malu yang teramat sangat ketika mengingat aib-aibku dimasa lalu..
bahkan berada di kerumaunan banyak orang pun serasa menjadi sesuatu yg paling hina di dunia ini, berat rasanya pundak ini ketika untuk tegak berjalan dengan mengangkat wajahke arah depan, seakan di timpa beban jutaan kilogram, binatang dan tumbuhan yang ada di sekelilingku eakan terus menertawakan ku, seolah semua aibku terbuka dan terlihat semua oleh mereka...akuhina...aku hina.. aku hina...
entah bagaimana kondisi ku nanti di mahkamah robbaniyyah, semoga Allah menerima taubatku, menghapus dan menutupi semua aib2ku dari semua makhluk yg ada di sekelilingku,..
aku tidak sanggup jika harus memperlihatkan aibku dihadapan rosulullah, dihadapan orng tua ku, guruku, orang2 tercintaku.,keluarga dan teman teman ku,..
aku tak sanggup..aku malu.. aku malu..aku teramat sangat malu..
aku malu karena kau hanya pandai merayau dan meminta minta kepadamu ya Allah..
"laailahailla anta, subhanaka inna kunna minadzolimin""rabighfirli wa tub alayya innaka anta tawwaburrohim"
walau demikian justru itulah fungsi masa lalu, seburuk apapun kesalahan kita, seburuk apapun aib kita, kita hanya perlu belajar dari sebuah keterpurukan dan kebathilan dunia, itulah yang membuat kita semakin dewasa dan semakin matang dan memantaskan diri dihadapannya,inilah saatnya kita bangkit bberubah menjadi pribadi yang jauh lebih matang, walau diri ini tak sebaik yang mereka kira, tak setinggi yang mereka sangka, tak sepantas yang mereka puji,tak seindah yang mereka bayangkan, percayalah Allah tak pernah meragukan keteguhan hati seorang hamba yang bertekad padanya, ingat ! kupu2 menjadi indah ketika ia berjuang melepas diri kepompong,begitupun hidup kita, ketika kita mampu berjuang menghadapi kesulitan hidup sekalipun kepahitan masa lalu yang terus membayangi, kkemudian melepaskan hal yang sulit itu dengan merendahkan hati hanya kepadanya :)
quotes : Allah tidak pernah menjanjikan pelayaran yang indah, tapi Allah menjanjikan sebuah pelabuhan yang teduh dan nyaman untuk meneguhkan setiap hati yang hanya berharap kepadanya
wallahualam bisawab
Tag :
ISLAMI,
Pemenang vs Pecundang
By : Unknown
kata ‘Pemenang’ sudah cukup familiar terdengar di telinga kita. Tapi kita kadang tidak begitu paham artikata tersebut. setidaknya pernahkah kalian mencoba membuat definisi sendiri mengenai kata tersebut? atau pernahkah kalian bertanya tentang, Siapakah yang bisa dimaksud sebagai pemenang? Atau pernahkah kalian bermimpi menjadi seorang pemenang? Atau pernahkan kalian menjadi seoarang pemenang dalam hidup ini ?
Tidak banyak orang yang dapat mendefinisikan arti dari kata Pemenang. Dalam bahasa Indonesia memiliki makna seorang (pihak) yang memenangkan sesuatu. Bisa itu pertandingan, perlombaan ataupun kompetisi yang lainnya. Dalam bahasa arab, kata pemenang merupakan isim fa’il dari kata dasar menang.
Pemenang merupakan orang yang terbaik dari semuanya, pemenang adalah orang yang melakukan sesuatu lebih dari orang lain, pemanang adalah orang yang selalu siap dalam menjalankan setiap aktivitasnya, dimanapun ia berada,pememang adalah orang yang merubah aktivitas yang menurut mayoritas biasa menjadi luar biasa, dan sejatinya masih banyak definisi tentang kata “Pemenang”. Dan bukankah setiap orang dari kita merupakan seoarang pemenang, sejujurnya hidup ini sejatinya adalah kompetisi. Namun bukan sembarang kompetisi. Kompetisi yang membuktikan bahwa setiap diri kita adalah satu dari sekian juta sel sperma yang mampu menaklukkan indung telur. Bukankah itu kompetisi yang sangat besar?dan bukankah kita merupakan seoarang “Juara” ? juara dari kompetisi Yang diikuti oleh berjuta peserta, dan kita adalah “The Last Man Standing”. Pernahkah kita merasa bangga dengan hal tersebut? Atau malah kalian sama sekali belum pernah tahu kompetisi ini? Tentunya kita harus sadar tentang hal ini :).
Lantas bagaimana dengan pecundang ? yap menurut saya setiap orang yang dilahirkan pasti pernah merasakan pahitnya sebuah kata yang sangat dalam tersebut, dan pada hakikatnya setiap pemenang diantara kita layaknya merupakan seorang pecundang yang terus berusaha dan akhirnya menjadi seorang pemenang, dan pada akhirnya hanya kita yang memilih akan menjadi seoarang pemenang atau menjadi seoarang pecundang selamanya. Satu hal, bukankah sudah saya jelaskan bahwa setiap manusia yang lahir di dunia ini merupakan seorang pemenang, jangan lah menjadi orang yang terkubur dalam-dalam dalam sebuah arti kata ”Pecundang”, dan bukankah seorang pemenag sejati adalah pecundang yang selalu berusaha hingga mendangar setidaknya sebuah kata “JUARA” dalam hidupnya walau pun hanya satu kali ? dan tentunya pula kita harus sadar tentang hal ini .
7 perbedaan attitude
1. pemenang salalu menjadi bagian dari solusi
pecundang selalu bagian dalam masalah
2. pemenang selalu menampilkan program kerja
pecundang selalu menyodorkan kambing hitam
3. pemenang selalu berkata"akan saya kerjakan"
pecundang selalu berkata"itu bukan tugas saya"
4. pemenang selalu menemukan selusi dalam setiap maslah
pecundang selalu menemukan masalah dalam setiap solusi
5. pemenang selalu melihat rumput diantara bebatuan
pecundang selalu melihat batu diantara bebatuan
6. pemenang selalu bertekad " hari ini akan saya tuntaskan!"
pecundang selalu berniat "kapan kapan jika sempat"
7. pemenang selalu berkata "sulit tetapi bisa"
pecundang selalu berkata "mungkin tetpai sulit"
4 kunci untuk menjadi seorang pemenang
1. bekerja keras untuk meraih target, baik kelompok maupun person,
tiada hari, jam dan detik, kecuali digunakan untuk berusaha dan terus berusaha
jangan berhenti setelah target tercapai. lakukan lah terus, dengan
harapan bisa meringakan beban target saudara kita
2. tolong menolong, bantu teman yang belum bisa meraih targetnya
3. selalu berfikir positif dan mencari uslub baru putus asa,
mengeluh bukan lah sifat orang mukmin
4. banyak taqarrub membangun kedekatan
mari jadikan kunci – kunci diatas menjadi setidaknya sebuah pembanding sob, untuk sebuah kualitas diri yang berdasarkan bagaimana kita berkomitmen terhadap sesuatu khususnya berkomitmen untuk menjadi seoarang pemenang , ingat banyak pihak yang sedang menunggu kegagalan kita, hati kita hendaknya kokoh laksana batu karang, kita wajib meneruskan perjuangan ini, tanpa harus dihinggapi sikap lemah dan kerdil karena seoarang pemenang tidak akan pernah lemah kemudian menyerah bro, dan yang satu hal yang harus menjadi pegangan kita adalah bahwa orang yang menyerah tidak akan pernah menjadi pemenang sampai kapanpun, kita telah memulai satu perkara maka kita wajib menyelesaikannya, tentu harus ikhlas dan niat karena Allah SWT, niat menjadi pemenang dihadapannya, sebuah ideologi yang mendorong kita bergerak serta yakin atas pertolongan Allah, apapun,bagaimanapun,kapanpun sebuah kesulitan itu datang
catatan : semuanya akan berjalan, jika semua pihak terlibat, dan merealisasikan target yang telah ditetapkan
wallahu alamishawab
Tag :
ISLAMI,
Dampak Kenakalan Remaja
By : Unknown
sudah
tidak terpungkiri lagi bahwa dikalangan Pemuda saat ini,free
sex sudah menjadi adab, dalam kata lain
sebuah adab berzina yang menjadi sebuah rutinitas kaum remaja saat ini, bahkan
mereka menganggap tidak dewasa seseorang sebelum bisa melakukan semua
kegiatan dewasa, dalam hal ini seperti melakukan kegiatan suamia istri bro, ckck
zzzzzz-_-" pemudaku. Soekarno
say “berikan aku 10 pemuda maka akan ku guncangkan dunia",lantas
apakah pernyataan luar biasa dari sang proklamator berdampak pada pemuda
sekarang ? yang mayoritas dari mereka hanya memikirkan perut dan
satu jengkal dari perut, yang menjadikan sebuah pacaran sebagai ajang pembuktian
kedewasaan dan kejantanan seorang laki2, bahkan saat ini seolah-olah jomblo itu
adalah kedudukan manusia paling hina (makin aneh aja mayoritas pemuda indonesia
skarang bro -_-") persepsi salah dan aneh yg entah muncul dari planet mana
-_-.
justru
kita tau bahwa, suatu penyakit mematikan dari dunia antah berantah yang sampai
saat ini belum ditemukan obat untuk menyembuhkannya yakni aids dan HIV, salah satu
penyebab menyebarnya virus terkutuk ini adalah dari sexbebas, aktivitas yang berawal dari pecaran kemudian melakukan
perzinaan dan auto otomatis orang yang mempunyai penyakit Aids menyebarkan
virus pada teman terkutuk lainnya dan begitu terus putaran penyebaran ke korban
lain karena mungkin apapun yg terjadi istilahnya
satu untuk semua bro :D, walaupun memang salah satu penyebarannya(aids) bukan
hanya dari fre sex, ada juga dengan penyuntikan virus lewat darah, kena batuk
orang yg punya penyakitnya, tinggal samasama, makan satu pring sama, makan
sama2, serba sama lah pkona. tapi
jika
HIV ya penularannya hanya 2 yaitu dengan perzinahan tadi dan juga dari air susu
ibu yg terinfeksi penyakit. yang jelas kedua penyakit ini paling besar lewat
perzinahan.
walaupun
bukan satu-satunya penyebab ya tidak ada salah nya kita menghindarinya, eh
bukan tidak ada salah nya memang tidak boleh bro, la jelas zina itu dilarang
oleh Allah, y jadi gk boleh titik :D justru dari sinilah kita tau bagaiman
dampak dariperbuatan yg di laknat Allah, kalo sudah terinfeksi, yg repot siapa,
harga diri sudah hancur kehormatan keluarga terinjak2 tersenggol2 terpukul2
tertendang2 (stop -_-") yah seperti itulah tak bisa digambarkan dengan
kata2 jika sudah tertular. karena itulah islam, tidak mengharam kan sesuatu kecuali terdapat
madarat didalamamnya dan tidak menghalalkan sesuatu kecuali terdapat manfaat
didalamnya.
Wallahua alambishawab
Tag :
ISLAMI,
7 Keutamaan Puasa
By : Unknown
شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنْزِلَ فِيهِ الْقُرْآَنُ هُدًى لِلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِنَ الْهُدَى وَالْفُرْقَانِ فَمَنْ شَهِدَ مِنْكُمُ الشَّهْرَ فَلْيَصُمْهُ
Bulan Ramadhan adalah (bulan) yang di dalamnya diturunkan Al-Qur'an, sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang benar dan yang batil). Krena itu, barang siapa diantara kamu ada di bulan itu, maka berpuasalah… (QS. Al-Baqarah : 185)
Berikut ini adalah keutamaan-keutamaan puasa :
1. Amal mulia yang pahalanya akan dibalas langsung dari Allah SWT
Jika amal-amal lain telah disebutkan pahalanya oleh Allah SWT, ternyata pahala puasa akan langsung diberikan Allah SWT tanpa diberitakan terlebih dahulu berapa batasan pahalanya. Ibarat seseorang yang bekerja dan telah disebutkan gajinya sekian dan sekian, maka kita bisa memperkirakan berapa hasil yang diperoleh. Tetapi saat owner perusahaan atau bos kita mengatakan "bekerjalah dan saya langsung yang akan memberikan gajimu" bisa jadi hasil yang kita dapatkan di luar dugaan kita, tergantung bagaimana kualitas kerja kita.
Shadaqah misalnya, sudah disebutkan Allah SWT tentang pahalanya :
مَثَلُ الَّذِينَ يُنْفِقُونَ أَمْوَالَهُمْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ كَمَثَلِ حَبَّةٍ أَنْبَتَتْ سَبْعَ سَنَابِلَ فِي كُلِّ سُنْبُلَةٍ مِئَةُ حَبَّةٍ وَاللَّهُ يُضَاعِفُ لِمَنْ يَشَاءُ وَاللَّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ
Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui. (QS. Al-Baqarah : 261)
Sedangkan untuk puasa ini, Allah SWT berfirman melalui hadits qudsi :
قَالَ اللَّهُ كُلُّ عَمَلِ ابْنِ آدَمَ لَهُ إِلاَّ الصِّيَامَ ، فَإِنَّهُ لِى ، وَأَنَا أَجْزِى بِهِ
Allah berfirman: "Setiap amal anak Adam untuknya kecuali puasa, maka itu untuk-Ku dan Aku yang akan membalasnya…" (Muttafaq 'Alaih)
Tidakkah kita termotivasi untuk berpuasa sebaik-baiknya, memelihara keikhlasan dalam menjalankannya dan karenanya kita akan mendapatkan perhitungan langsung dari Allah SWT yang boleh jadi jauh lebih hebat dari pada apa yang kita duga?
2. Bau mulut orang yang puasa lebih baik di sisi Allah daripada minyak misik
Meskipun manusia tidak menyukai bau mulut orang yang berpuasa karena tidak sedap, tetapi di sisi Allah SWT itu lebih baik dan lebih harum dari pada minyak misik. Nabi SAW bersabda :
وَالَّذِى نَفْسِى بِيَدِهِ لَخُلُوفُ فَمِ الصَّائِمِ أَطْيَبُ عِنْدَ اللَّهِ تَعَالَى مِنْ رِيحِ الْمِسْكِ
Demi Dzat yang jiwa Muhammad berada di tangan-Nya, sungguh bau mulut orang yang berpuasa lebih harum di sisi Allah daripada harumnya minyak misik… (Muttafaq 'Alaih)
Tidakkah kita mau berbangga di hadapan Allah SWT dengan mulut yang berbau harum? Yang dengannya kita dikenali sebagai hamba-Nya yang berpuasa dan memiliki keutamaan saat banyak orang pada hari kiamat dicekam dengan ketakutan dan kekhawatiran.
3. Orang yang puasa akan mendapat dua kegembiraan
Rasulullah SAW bersabda :
لِلصَّائِمِ فَرْحَتَانِ يَفْرَحُهُمَا إِذَا أَفْطَرَ فَرِحَ ، وَإِذَا لَقِىَ رَبَّهُ فَرِحَ بِصَوْمِهِ
Orang yang berpuasa memiliki dua kegembiraan; ketika berbuka dia gembira dengan bukanya dan ketika bertemu Tuhannya dia gembira dengan puasanya. (Muttafaq 'Alaih)
Itulah dua kegembiraan. Saat berbuka, rasa lapar dan haus yang ditahan selama seharian hilang seketika. Bahkan, saat-saat yang paling nikmat adalah pada tegukan pertama saat kita berbuka. Rasa panas karena dehidrasi juga terobati saat berbuka. Kenikmatan ini tidak pernah dirasakan oleh orang yang tidak berpuasa.
Demikian juga kegembiraan ketika bertemu Allah di akhirat nanti. Segala ketakutan dan kekhawatiran sirna sebagaimana sirnanya rasa haus dan lapar saat berbuka. Segala kesusahan dan penderitaan saat hidup di dunia akan hilang sebagaimana hilangnya kepenatan dan rasa panas saat berbuka.
4. Memasukkan pelakunya ke dalam surga
Suatu hari Abu Umamah datang kepada Nabi SAW dan bertanya tentang amal yang bisa memasukkannya ke surga. Imam Ahmad, Nasa'i dan Hakim meriwayatkan dalam hadits berikut ini:
عَنْ أَبِى أُمَامَةَ قَالَ أَتَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- فَقُلْتُ مُرْنِى بِعَمَلٍ يُدْخِلُنِى الْجَنَّةَ. قَالَ « عَلَيْكَ بِالصَّوْمِ فَإِنَّهُ لاَ عِدْلَ لَهُ ». ثُمَّ أَتَيْتُهُ الثَّانِيَةَ فَقَالَ « عَلَيْكَ بِالصِّيَامِ »
Dari Abu Umamah berkata: Saya datang kepada Rasulullah SAW, maka saya berkata: "Perintahkan kepada saya dengan sebuah amal yang dapat memasukkan saya ke dalam surga!" Rasulullah SAW menjawab: "Berpuasalah, sesungguhnya tiada tandingan baginya" Kemudian saya datang untuk kedua kalinya, maka Beliau berkata: "Berpuasalah" (HR. Ahmad, Nasa'i dan Hakim dan dia menshahihkannya)
Tidakkah kita ingin dimasukkan Allah ke surga yang kenikmatannya sangat luar biasa hingga membuat setiap orang yang mengetahuinya akan memiliki kecintaan pada surga?
5. Puasa akan menjadi pemberi syafa'at bagi pelakunya
Di hari kiamat yang tiada lagi berguna apapun selain pertolongan Allah dan syafa'at yang diizinkannya, betapa berbahagianya seorang muslim mendapatkan syafa'at akibat puasa yang dilakukannya dan Al-Qur'an yang dibacanya.
Rasulullah SAW bersabda :
الصِّيَامُ وَالْقُرْآنُ يَشْفَعَانِ لِلْعَبْدِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ
6. Puasa adalah perisai dari api neraka
Rasulullah SAW bersabda :
الصِّيَامُ جُنَّةٌ مِنْ النَّارِ
7. Puasa sehari di jalan Allah menjauhkan pelakunya dari neraka sejauh tujuh puluh musim
Diantara keutamaan puasa adalah menjauhkan pelakunya dari neraka. Satu hari puasa setara dengan penambahan jarak sejauh tujuh puluh musim dari neraka.
مَا مِنْ عَبْدٍ يَصُومُ يَوْمًا فِى سَبِيلِ اللَّهِ إِلاَّ بَاعَدَ اللَّهُ بِذَلِكَ الْيَوْمِ وَجْهَهُ عَنِ النَّارِ سَبْعِينَ خَرِيفًا
Tidaklah seorang hamba berpuasa sehari di jalan Allah kecuali Allah menjauhkan wajahnya dengan hari itu dari api neraka tujuh puluh musim. (HR. Jama'ah kecuali Abu Dawud)
Tidakkah kita ingin dijauhkan dari neraka yang kedahsyatannya sangat luar biasa hingga membuat setiap orang yang mengetahuinya akan takut pada siksa neraka?
Saudara-saudaraku yang dirahmati Allah,
Demikianlah 7 keutamaan puasa. Semoga dengan mengetahui keutamaan-keutamaan puasa tersebut kita semakin semangat berpuasa dan senantiasa ikhlas dalam menjalankannya.
Jangan sampai kita yang telah mendapat ilmu kemudian terhalang dari mengamalkannya, maka ilmu kita menjadi tidak manfaat. Karenanya marilah kita berdoa sebagaimana yang diajarkan Rasulullah SAW :
اللَّهُمَّ إِنِّى أَعُوذُ بِكَ مِنْ عِلْمٍ لاَ يَنْفَعُ وَمِنْ قَلْبٍ لاَ يَخْشَعُ وَمِنْ نَفْسٍ لاَ تَشْبَعُ وَمِنْ دَعْوَةٍ لاَ يُسْتَجَابُ لَهَا
Ya Allah sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari ilmu yang tidak bermanfaat, dari hati yang tidak khusyu’, dari hawa nafsu yang tidak pernah merasa kenyang, dan dari doa yang tidak dikabulkan. (HR. Muslim)
Wallaahu a'lam bish shawab.
Sumber : http://www.bersamadakwah.com/
Tag :
ISLAMI,






